CINTA YANG TAK KITA KENALI
"kenapa kamu tega berbuat seperti itu?!!!" bentaknya kesal.
"maaf..." jawabnya.
"kenapa? kalau kamu bosan dengan ku, kenapa kamu nggak bilang aja!! kenapa harus dengan cara seperti ini!!" ucap pria itu menahan marah bercampur kecewa dan sedih.
Perempuan itu hanya terdiam dan menangis, ia sadar dengan perbuatannya dan betapa bersalahnya ia terhadap laki-laki di hadapannya.
Suasana taman malam itu cukup sepi, sehingga tak ada psang mata yang memperhatikan mereka.
"aku sudah berkali-kali bilang, kalau aku salah tolong tegur aku, kalau ada yang nggak kamu suka tolong bilang!! Supaya aku bisa jadi lebih baik buat kamu, buat kita!! tapi kenapa kamu sampai seperti ini" bentak pria itu lagi.
pria itu perlahan beranjak dari tempat mereka bertengkar, namun perempuan itu masih terdiam menahan rasa bersalahnya.
ketika pria hendak meninggalkannya, ia mulai mengucapkan yang ingin pria itu ketahui.
"aku tau kalau akku salah, aku hanya ingin mendengar pernyataan dari kamu. Aku bingung dengan status kita. Ingat nggak kamu saat pertama kali kita bertemu kamu ingin mengutarakan isi hati mu? Saat itu kesempatan dan waktu nggak berpihak dengan kita, sadar nggak kamu mulai saat itu sampai sekarang aku masih mengharapkan kamu mengutarakannya tapi itu tidak pernah kamu lakukan. Salah kalau aku mengharapkan sebuah kejelasan atas apa kita jalin?" ucapnya sambil menahan air mata yang terus ingin mengalir.
Dan pria itu menghentikan langkahnya namun ia tidak membalikkan badan.
"aku bingung karna kedekatan kita bukan seperti teman biasa tapi aku juga nggak tau apa kita sedang berpacaran. Aku tau kamu sering jalan dengan teman lama yang baru kamu jumpai lagi, sedang aku di sini menahan diri dan pura-pura tidak tahu dengan itu semua. Belum lagi status mu dan mantan mu yang baru putus, harus dengan alasan apa aku menyakinkan diri ku bahwa kamu sudah move on. Aku bingung" lanjut perempuan itu dengan sedikit terisak.
Laki-laki itu berbalik dan mendekatinya, "sudah sering aku jelaskan aku hanya teman dengan Netri, trus aku juga sudah sering bilang aku dan dy nggak mungkin pacaran karna aku nggak mau itu. dan kenapa kamu masih belum percaya bahwa aku dengan Ara hanya sekedar teman saat ini, cinta aku dan Ara hanya masa lalu dan kita nggak mungkin kembali lagi" jelas laki-laki yang bernama Riyu.
"maaf, aku nggak bisa jelasin lebih banyak ke kamu karna aku tau penjelasku pasti akan terus kamu tepis. Aku tau salah. Aku siap terima semua keputusanmu" ucap Icci, perempuan itu.
Mereka berdua hanya terdiam, saling menyalahkan diri mereka masing-masing. Rasa kecewa teramat besar yang di rasakan Riyu membuatnya meneteskan air mata, cinta yang ia miliki masih di ragukan oleh Icci. Begitu dengan Icci, ia merasa bersalah karna ia bertingkah bodoh dan menyakiti hati orang ia sangat sayangi.


Comments
Post a Comment